Jumat, 05 Juni 2009

Realita 180 Derajat Dalam Satu Jam


Pagi ini dengan cerahnya menyambutku dengan penuh semangat, serasa menghembuskan hawa semangatnya kepadaku untuk memulai aktivitasku yang sepertinya akan sangat panjang di hari ini. Akhir bulan Mei, tepatnya Sabtu pagi tanggal 30 Mei 2009, seperti biasa aku memulai aktivitasku di akhir minggu. Apa lagi selain siap-siap untuk pulang ke daerah asalku, Wonosari tercinta.

Program KKN PPL yang menuntut kami untuk bergerak lebih cepat agar semuanya lekas beres, menggerakkanku untuk melanjutkan usaha pencarian sponsor buat acara kami nanti. Seperti yang di amanahkan oleh salah seorang temanku agar sekaliyan mampir melobi sponsor untuk salah satu program KKN yang akan kami lakukan. Emmmm, dengan senang hati aku usahakan semua itu, toh semua demi kebaikan kelompok kita. Biasanya aku pulang agak siangan, tapi karena ada acara buat melobi sponsor ya mau tidak mau harus pulang lebih awal. Seperti biasa aku memacu motorku agar cepat sampai di tempat tujuan, hingga nanti cepat sampai di rumah. Akibat ga tau secara pasti tempatnya, ya harus muter-muter dulu buat nemuin salah satu kantor yang menangani masalah “lingkungan” di Wonosari itu. Tapi akhirnya setelah puter balik sampe beberapa kali, pukul 10.00 WIB sampe juga di tempat itu.

Langsung saja denga ramah dan senyum terbaikku, aku ungkapin tujuanku yang mewakili kelompok kami untuk menawarkan kerjasama dalam hal sponsorship untuk acara kami. Dan apakah kalian tau apa tanggapan mereka? Hehhh, sangat megecewakan. Setelah panjang lebar aku jelaskan program kita yang mungkin bisa di sokong lembaga tersebut, salah satu bapak”pejabat” yang menemuiku dengan enaknya menjawab “Kalau untuk membantu program KKN, kami tidak ada anggarannya mbak..!. Terus yang tidak mengenakkan lagi, “beliau” itu dengan seenakknya angkat telpon saat pembicaraan sedang berlangsung. Ya Allah, apakah demikian wajah-wajah orang atas yang seharusnya mengayomi kami sebagai rakyat-rakyatnya. Apakah tidak ada sedikit sikap menghargai kami, minimal dengan pelayanan yang tidak merendahkan sedikit saja. Apakah mereka menganggap diri mereka orang yang sangat penting, hingga dengan seenaknya menganggap orang lain begitu rendah di hadapannya. Fyuh, apakah mereka telah dibutakan dengan jabatan mereka yang sebenarnya hanya kepercayaan yang diamanahkan kepada mereka?

Begitulah sekitar 15 menit aku di kantor dinas pemerintah yang menangani masalah “lingkungan” di daerah Wonosari. Hehhh, begitu mengecewakan. Orang-orang yang seharusnya menjadi contoh tapi malah menunjukkan sikap yang yang begitu tidak pantas sama sekali untuk dicontoh. Tapi sudahlah, aku meninggalkan kantor itu dengan senyuman kecut yang mungkin sudah sering aku alami. Dipersulit oleh birokrasi di Negara yang masih merangkak, dengan segala keangkuhan dan kesombongannya.

Saatnya pulang ke rumah yang selalu menenangkanku, walau dengan keadaan yang serba apa adanya. Pukul 10.30 WIB akhirnya aku hirup udara yag senantiasa bisa menenangkanku itu. Sekalut apapun aku, ketika sampai di rumah rasanya semua beban terlepaskan. Apapun itu,,, Belum sempat aku ganti pakaian, baru saja aku selesai meneguk segelas air mineral, ada seseorang datang di pintu depan rumahnya.

Seorang bapak tua berumur sekitar 60an tahun dengan sopannya menyapaku dengan bahasa Indonesia campuran sedikit bahasa Jawa. Subhanallah, sopan sekali ditambah bapak itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku, serta merta untuk menghargainya aku sambut uluran tangan itu. Kau bisa menebak apa pekerjaan orang itu wahai sahabatku, “seorang pedagang keliling pintu ke pintu” yang menawarkan gambar benda-benda untuk belajar untuk anak-anak. Dengan sopannya ibarat penggusaha berkelas eksekutif, bapak itu menjelaskan kalau dia menawarkan lima set gambar yang biasanya digunakan untuk belajar anak-anak.

Bapak itu berkata, “Mbak, ini ada lima set gambar untuk anak-anak, mungkin bisa dibelikan untuk adiknya?”.

Dan aku langsung menjawab, “Maaf Pak, saya tidak punya adik kecil, sekali lagi maaf”.

Lalu bapak itu masih dengan senyum ramahnya, “oh, tidak punya adik ya…”. “Kalau tetangga sebelah itu punya anak kecil tidak mbak?”, Tanya bapak itu serta merta.

Aku jawab, “Ia Pak, tetangga sebelah ada anak kecil”. “Nyuwun ngapunten nggih Pak”, sekali lagi aku ucapkan permintaan maafku pada bapak itu karena tidak bisa membantunya. Padahal ingin sekali membantu bapak itu, tapi apa daya. Akhir minggu, uang saku sudah habis buat beli bensin tapi waktu pulang.

Masih dengan sopannya bapak itu menjawab, “Tidak apa-apa mbak, malah saya yang minta maaf sudah mengganggu waktu mbak”. Setelah itu bapak itu beranjak ke rumah tetangga sebelahku, dengan sikap seperti awak bertemu, bapak itu menjabat tanganku lagi.

Sekilas aku perhatikan bapak itu saat meninggalkan rumahku. Seseorang dengan penampilan yang sangat sederhana sekali,ya sangat sederhana bahkan aku lihat tambalan sana-sini di pakaiannya. Sangat bertoalak belakang dengan sikapnya yang bias aku katakana setingkat pejabat yang penuh sopan santun. Seorang yang berjuang demi sesuap nasi untuk keluarganya masih dengan teguh mempertahankan idealismenya untuk tetap menghargai orang lain. Apapun keadaannya. Sugguh aku sangat menghargainya.

Sungguh hari ini, 30 Mei 2009 aku banyak belajar banyak dari orang-orang yang aku temui. Di awal aku temui orang yang begitu angkuhnya memperlakukan orang lain, padahal saat itu dia juga sedang melaksanakan tugasnya yang tidak lain adalah pekerjaannya. Dan suatu hal yang sangat bertolak belakang ketika dalam waktu kurang dari satu jam aku temui orang yang berbeda 180 derajat. Seorang yang dalam posisi terdesak kadang malah menghargai orang-orang disekitarnya karena semua itu mungkin sebagai rasa syukur yang tak terhingga pada yang Maha Kuasa atas limpahan kasih sayang yang Dia berikan, hingga dia juga merasa berkewajiban untuk menyebarkan kasih sayang yang dia dapat itu pada orang-orang di sekitarnya, dengan jalan bersikap ramah dan menghargai mereka tentunya. Daripada orang-orang atas yang sering lupa akan hakekat mereka yang sebenarnya sama dengan orang-orang disekitarnya, tapi sayangnya mereka cenderung dibutakan oleh kedudukan mereka hingga tidak ada yang nampak selain perlakuan dan sikap yang sama sekali tidak pantas untuk dicontoh.

Seperti apa yang pernah aku baca pada sebuah artikel inspiratif berjudul “The Spirit of Suket”, sekilas penggalannya seperti ini:

“Suket” alias rumput adalah perlambang kesabaran. Dengan hakikatnya yang selalu di bawah dan dianggap tanaman liar, ia harus tetap teguh menyambut embun di pagi hari. Ia harus tetap tabah menerima hangat matahari. Dan, ia juga harus tetap pasrah, meski tubuhya diinjaki oleh makhluk atau benda di atasnya. Ia tidak mempedulikan kehadiran anggrek yang berbinar-binar di sekitarnya, karena ia percaya bahwa anggrek tetaplah anggrek. Hakekatnya adalah tanaman benalu. Ia juga tidak mempedulikan kehadiran pohon jati. Karen kodrat membentuknya jadi pohon yanga perkasa. Kesederhanaan raga “Suket” membuatnya harus sadar bahwa ia memang di bawak keperkasaan pohon jati. Dan buah kesabaran itu adalah rasa syukur yang tak terhingga atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya. “Suket merasa bersyukur karena dengan keterbatasannya ia masih mendapatkan belaian embun dan hangat matahari pagi”.

(sungguh sebuah artikel yang inspiratif sekali)

# By: Rhey_@hidup ini indah #

Selasa, 12 Mei 2009

Sekarang Bulan Apa ya...?...Apa,,,sudah bulan Mei...?

Dikejar waktu???,,,,selalu dan tak pernah tidak.
kita selalu dituntut untuk secepatnya mengerjakan sesuatu, ga pake acara nunda-nunda ato tawar menawar,ga da negosiasi ato keringanan. Yang namanya sudah kewajiban, sudah ya harus dilaksanakan dengan sepenuhnya donk. Mengerjakan semua itu dengan serius???,,harus donk. Tapi apa harus dengan suasana yang tegang, ga da selingan,sampe akhirnya hampir pecah deh satu kelompok itu...Y tentu saja ga. Semuanya harus kita lakukan dengan suasan yang senag, enjoy aja...(kata salah satu iklan,,ingat to).
Nah,,sekarang kita baru akan memulai semua itu teman. Sekarang waktunya untuk menjadi sutau tim yang dengan satu tujuan dan misi..kita satu keluarga,,(ya kan...hehe..)
Buat temen-temen KKN...semangat donk...Jangan lupa pada berangkat rapat,,Otre,,,semua demi suksesnya acara kita .....SemangaaaaaaaaaaaaaaaaTTT...(tu,,,aku aja semangat banget ngomong semangatnya,,,,hehe..)

Tapi beneran,,,,Ga da kesuksesan tanpa usaha, dan keberuntungan itu hanya merupakan milik orang-orang yang berusaha,....

Keep Ours Spirit....

Rhey_cntx

Selasa, 21 April 2009

Real Teaching????,,,manakutkan,,,tapi harus dihadapi donk

Bagi temen-temen semua yang ngaku "calon guru" pasti deh akan menemui hal yang satu ini,,,Real Teaching...
Saat perdana kita menghadapi siswa-siswa yang sebelumnya pun belum kita ketahui sama sekali...Grogi,,,panik???sudah pasti n tentu saja ga bisa dipungkiri..Ta[i semua itu ga akan terjadi kok teman,,,asal kita percaya kalau kita "BISA"...Bisa disini dalam artian kita bisa ngelola kelas dengan baik, siap materi, n tentunya pendekatan personal dengan siswa sangatlah penting guys...
mungkin ada diantara temen-temen semua yang jadi super panik n sibuk ketika di umumkan dapat bagian untuk menguikuti real teaching...Berbagai persiapan,,mule dari RPP yang harus sempurna,,media yang kreatif,,sampe nyiapain materi yang musingin kepala...(terus tentunya siap mental buat dengerin komentar dosen yang tentu aja ga gurih,,,tapi PEDES bgt boz...
Tapi apakah semua itu,,,harus kita buat PUSINK??? enggak kan,,,,nikmati aja teman...Kita sedang meniti jalan itu,,,dan inilah salah satu sisi jalan itu...Masih sebagian kecil dari jalan yang harus kita lalui teman...Di depan sana masih begitu banyak persimpangan yang harus kita lalui...
Semangat, keyakinan, usaha, dan do'a adalah jalannya...Untuk selanjutnya kita serahkan pada Allah....
Apalagi cuma gara-gara komentar dosen yang super pedes itu, lantas kita jadi patah semangat...(wah,,,cemen bgt donk kalau kaya gtu....."Jangan kamu sedih atas perkataan mereka...",,,(sudah pernah dengar kata-kata ini kan???,,,,)
Jadi,,,tetep semangat...Jangan nyerah gtu,,,ini adalah proses,,,n proses harus dilalui bukan...Demi hasil yang memuaskan tentunya,,,,

By: Rhey_cntx

Jumat, 27 Februari 2009

BOSAN...BOSAN...DAN BOSAN......!!!!!!!!!!!!!

Lagi mati ide nih.......jadinya lama ga nulis sesuatu yang mungkin bisa dijadikan sedikit motivasi bagi kita semua sahabat-sahabtku.....Orang aku sendiri saja lagi mati ide n lagi bosan+jenuh,,,,gimana aku bisa kasih dikit semangat buwat kaliyan semua...Jadinya gantian kaliyan donk.........PLEASE...!!!!!!

Selasa, 06 Januari 2009

Tahun Baru,,,Semangat Baru...


Tahun baru telah datang...senja tahun 2008 telah kita tinggalkan dengan sebuah senyuman kecil penuh arti dan sejuta perenungan tentang segala sesuatu yang telah kita lalui...kemudian kita sambut fajar pertama 2009 dengan semangat dan harapan yang baru pula..

Kami datang dunia,,lihatlah kami disini..Kamilah manusia2 yang mungkin kadang dipandang sebelah mata, mungkin dengan mudahnya diacuhkan begitu saja,,tapi lihatlah,,kami akan membuktikannya. Ya...membuktikannya....semaksimal mungkin.
badai hidup yang kadang menyebalkan dengan berbagai macam kesalahpahaman yang kadang membuat muak,,,siap kami hadapi. walau meski harus dengan linangan air mata,tapi mari kita hadapi....
Masa depan ada di depan mata kita,,,inilah saatnya kita menghadapi hidup yang benar-benar hidup yang senyatanya. Hidup ketika kita harus pandai memanage semua masalah yang datang kepada kita...(memanage ,,bukan menghindarinya ataupun malah menyalahkan orang lain atas masalah yang datang kepada kita itu...
Hidup ini indah,,begitu banyak kejutan yang disiapkan Allah buat kita semua...
Tangis, tawa, canda, pertengkaran, perdebatan ga penting, atau masalah-masalah yang sebenarnya sangat kecil atau mungkin ga pantes untuk diperdebatkan...menjadi hiasan tersendiri yang semakin menambah indahnya persahabatan ini ...

Awal suatu perubahan berawal dari kita masing-masing teman....Jangan pasrah pada nasib atau keberuntungan belaka.....Coz suatu keberuntungan dan keberhasilan hanya ditujukan untuk orang-orang yang berusaha.....

By:Rhey_cntx

Rabu, 17 Desember 2008

akhirnya...........

hari ini...tepatnya tgl 17 desember ....adalah hari dimana q harus memutuskan semuanya......
demi sahabat2q tersayang.......
dilema yang tlah 3 minggu hinggap di pikiranq, menggerogoti hati ini, dan cukup dan sanagt cukup menyita pikiranq untuk memikirkannya...walau terkadang q hrus sedkit mengabaikan tugas2q...akhirnya dpt q putuskan saat ini........
yah....sulit memang.....tp inilah hidup...
hidup adalah pilihan, tnpa itu maka hidup tak kan berarti..kita takkan pernah tertantang untuk melangkah......
yang jelas...tak ada yang salah disini, gk ada yng sok menasehati atau apalah....
yg jelas...
terima kasih sahabat-sahabatku....q hargai kalian.......
"perbedaan adl hal yang wajar...."

Maaf......dan Pengertian...

Maaf dan pengertian,,,dua kata yang kadang belum kita ketahui secara keseluruhan,,hingga mungkin kita baru bisa melakukan salah satu diantara keduanya...
Padahal,dua kata itu saling melengkapi satu sama lain...Ga akan bisa berfungsi maksimal jika hanya satu kata yang tertulis,,atau bahkan sama sekali ga tertulis...
Maaf ga akan ada artinya tanpa suatu pengertian....(karena pasti suatu saat kesalahan yang sama akan terulang lagi,,,dan akhirnya kata maaf itu terulang lagi...Padahal,semakin banyak kata maaf yang kita ucapkan maka berarti kita semakin ga menghargai arti maaf yang sebenarnya,,dan m ungkin kita cenderung dengan mudahnya membuat suatu kesalahan.Tentunya dengan tameng "ah,,kita kan bisa minta maaf....".Maka begitu bodohnya kita jika menganggap itu solusi cerdas n terbaik untuk menyelesaikan suatu masalah...Tapi,,,semoga kita semua menjadi orang yang bisa sangat menghargai arti kata maaf itu sendiri.Jadikan maaf sebagai bahan bagi kita untuk semakin memperbaiki diri,,,jangan jadikan itu sebagai tameng bagi kita uyntuk melakukan suatu kesalahan...;-)...
Begitu juga dengan pengertian,,,,Pengertian tanpa disertai dengan kata maaf..(memberi atau meminta maaf...),sama saja bohong,,makan hati,,bullshit....Dengan kata maaf yang sudah terucap dari lisan maka hendaknya hati pun timbul suatu pengertian.Baik kita yang merasa punya salah atau merasa disakiti...Pengertian merupakan kuncinya teman,,,pengertian dan kerelaan untuk memaafkan..Pengertian dan kerelaan untuk meminta maaf hingga suatu kebenaran n fakta terungkap...
"Maaf adalah suatu anugerah,,,jadi keinginan untuk mimnta maaf merupakan suatu anugarah....Tapi jangan menjadi orang yang begitu saja mudahnya minta maaf,,,karena itu berarti secara tidak langsung ada anggapan bahwa suatu maaf merupakan hal yang mudah saja diberikan n diucapkan...Semoga kita semua bisa menjadi orang yang pandai memelihara MAAF...

For:ABH crew...."Badai ini pasti berlalu sahabat,,,dan pasti kita bisa menjalankan perahu kita seperti semula...Hingga kita semua sampai ke Dermaga tujuan yang sudah kita rencanakan sejak awal.."

By:Rhey_cntx